Rabu, 21 September 2011

Cabe


Cabe itu bukan makanan pokok. Juga bukan bahan makanan yang susah untuk ditanam. Cabe hadir cuma sekedar sebagai penyedap makanan, supaya terasa lebih pedas sampe keringetan, jadi sambil makan sekalian olahraga.

Cabe juga bukan merupakan sebuah tanaman langka yang baru bisa ditemukan di puncak gunung planet mars. Bahkan cabe dapat ditanam di halaman rumah masing-masing, baik itu rumah sinetron maupun rumah non sinetron.

Namun ternyata di awal tahun 2011, cabe mengalami apa yang namanya "langka". Harga cabe melonjak seketika di pasaran, seolah-olah satu cabe sama dengan satu daging manusia. Entah karena ulah oknum cerdik atau memang cabenya yang udah ganti penampilan jadi terong, rasanya aneh banget kalo cabe bisa jadi langka.

Bayangkan sebuah cabe yang langka, trus saking langkanya, ditahan sama pemerintah, karena melanggar UU yang melindungi hak pangan manusia, dan juga telah membuat kehidupan orang lain menjadi hampa.

Gimana gak hampa, makanan nggak ada yang pedes, nasi padang jadi gak laku, rumah makan super sambal jadi gulung tikar, dan mungkin kita gak bakal kenal sama yang namanya keripik maicih.

Bayangkan, hanya sebuah cabe..

(pindahan dari sini)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar