Rabu, 30 Juli 2014

The Penguin is Crying (bab 26)

Tidak terasa sudah kelas 2 SMP, sama hal nya dengan rambut, tidak terasa sudah gondrong. Dikelas 2 ini muridnya dipencar, ada yang dulunya kelas 1A kemudian jadi kelas 2G, ada yang kelas 1G jadinya kelas 2A, dan begitu seterusnya. Pertukaran kelas ini mungkin supaya murid kelas lain kenal dengan kelas laennya. Dan layaknya seorang pria, ketika melihat daftar nama dikelas, yang dicari adalah para bintang atau gadis desa atau miss class dari tiap kelas, berharap dalam satu kelas itu ada yang cantik.

Selaen temennya yang bertukar, kelasnya yang bertukar, jenis kelaminnya yang bertukar, pengajarnya pun juga bertukar, beberapa guru ada yang belum dikenal. Tapi ada satu guru yang sudah kukenal sejak kelas 1, seorang ibu guru yang wajahnya menurutku agak ke arab-arab-an, hidungnya yang mancung dan tubuhnya yang rada mungil, persis kayak musuhnya batman, penguin. Bu Nanik namanya, seorang pengajar dalam pelajaran sejarah. Tiap mengajar selalu menggebu-gebu penuh semangat 45, seolah-olah Belanda udah dekat. Kalo anda sekalian sayang nyawa, janganlah mencoba-coba untuk melawan beliau jika anda tidak ingin sebuah granat hinggap di hidung anda. Cara berjalan beliau pun berciri khas, pincang layaknya seorang prajurit perang veteran. Kami segenap siswa SMP saat itu benar-benar menghormati beliau alias takut setengah mateng.

Layaknya kebanyakan siswa Indonesia, yang dikejar bukanlah ilmu, tapi nilai. Semakin baik nilai anda, semakin disanjung juga oleh orang tua anda. Apapun akan dilakukan untuk mendapatkan nilai yang baik, bukan ilmu yang baik. Ibaratnya pesilat atau ahli kungfu, cuma tau teorinya doank, masalah praktek urusan belakangan. Untungnya dalam pelajaran sejarah yang diajar oleh Bu Nanik, ada sebuah trik jitu supaya bisa mendapatkan nilai yang tak terduga. Hal ini hanya berlaku ketika ulangan, tidak berlaku ketika ujian sekolah.

Caranya cukup diluar dugaan. Pertama persiapkan diri ketika akan ulangan, tidak usah maksimal, cukup separo aja yang dihafal. Kemudian jawablah pertanyaan yang ada sesuai dengan apa yang dipelajari. Dan langkah terakhir adalah, ambil pulpen anda, dan tulislah kata mutiara sebagai berikut,”i love sejarah”, lengkapi dengan jampi-jampi yang anda miliki. Niscaya nilai anda pun akan meningkat sekitar 20% dari kemampuan otak yang anda miliki. Awalnya aku nggak percaya sama cerita rakyat beginian. Tapi pas sekali nyoba, ternyata langsung berhasil (dengan kemampuan otak yang kumiliki, cuma mampu mendapatkan nilai 30, dengan menambahkan kalimat,”i love sejarah”, nilaiku bertambah menjadi 50).

Keunikan beliau tidak sampai disitu aja. Ada peraturan khusus yang diciptakan oleh Bu Nanik ketika pelajaran sejarah. Apabila pelajaran sejarah akan dimulai, murid yang pada hari itu kena jadwal piket kelas wajib untuk menjemput dan membawakan buku-buku beliau dari ruang guru ke kelas dan begitu sebaliknya. Hari demi hari hal itu berjalan sesuai dengan apa yang diamanatkan. Tidak ada satu pun murid yang berani melanggarnya. Tapi yang namanya peraturan, pasti emang buat dilanggar.

Alkisah dalam kelas 2F masa itu muncul beberapa siswa yang rada malas. Ketika pelajaran sejarah akan dimulai, tidak ada yang menjemput Bu Nanik, semuanya pada asik dikelas, tanpa mengingat peraturan maut tersebut. Hingga beberapa menit kemudian tidak ada yang menjemput, tiba-tiba sesosok bayangan muncul dari ufuk timur. Sesosok bayangan yang tak asing bagi murid kelas 2F. Sesosok bayangan yang mirip dengan guru sejarah kami. Sesosok bayangan Bu Nanik muncul mengheningkan situasi kelas yang gaduhnya minta ampun.

“kok nggak ada yang keruang guru?” sambil berjalan perlahan mendekati kursi.

”kan sudah saya beritahu, setiap pelajaran saya ada yang ke ruang guru.” Kelas masih sunyi senyap. Aku sama temenku mulai berinisiatif buat ke ruang guru ngambil buku beliau.

”udah, nggak usah diambil!! Jadwal piket hari ini siapa??” terdengar suara letusan gunung krakatau di hatiku. Aku salah satu kelompok anak penantang maut yang pada hari itu dapet jadwal piket buat jemput Bu Nanik.

”yang piket hari ini silahkan maju!!” aku bersama temen-temenku maju, dengan muka tertunduk. Tanpa mendengarkan omelan guruku alias lupa, aku mulai membayangkan, seandainya waktu itu aku punya inisiatif buat jemput Bu Nanik, seandainya aku punya tenaga ekstra buat menanggung peraturan itu, seandainya aku punya jurus seribu bayangan, pasti aku bisa menjaga perdamaian kelas.

Disela-sela omelan Bu Nanik, sebuah kejadian tak terduga terjadi saat itu juga. Kejadian langka yang tak dapat dipastikan oleh ilmuwan. Kejadian yang tidak bisa diteliti melalui perhitungan fisika. Tanpa kita sadari, Bu Nanik menangis didepan kelas. Sosok yang begitu fenomenal, sosok yang begitu kita takuti, sosok yang benar-benar seperti penguin musuhnya batman ini, menangis didepan kelas. Peristiwa ini seperti melihat Hitler nangis didepan umum.

Betapa jahatnya orang-orang yang membuat nangis sosok yang ditakutinya. Apa yang akan dikatakan batman ketika tahu musuhnya dibuat nangis oleh siswa SMP. Aku pun tidak punya alasan yang tepat kepada batman karna telah berbuat nakal kepada musuhnya.

Di siang hari yang bolong itu, penguin musuhnya batman menangis, membuat kami berpikir kembali dan instropeksi pada diri sendiri. Janganlah sekali kali menakali musuhnya para superhero...

Celana SMP (bab 25)

Jaman SMP ku dulu yang namanya seragam sekolah pasti celananya pendek banget, bener-bener pendek, nyaris seperti hotpants (padahal waktu SD pasti lebih pendek, namun seiring terbukanya mata batin, maka dapat kita sadari ketika duduk dibangku SMP bahwa celana seragam terlalu pendek). Saking pendeknya, kalo lagi duduk terkadang pahanya bisa keliatan, apalagi yang gendut, lemaknya sampai merembes keluar. Hal ini hanya berlaku pada siswa laki-laki, sedangkan perempuan gak mungkin pake celana beginian, karna aturannya mereka kudu pake rok. Bayangkan kalo siswa perempuan seragam sekolahnya pake celana, kalo pas duduk pahanya keliatan, bisa-bisa kena undang-undang pornografi.

Apakah hanya aku saja yang menyadari kasus ini, karna siswa yang lain pun sepertinya nyaman-nyaman aja dengan keberadaan celana hot pants ini. Berkali-kali tiap pake celana biru ini pasti kuturun-turunin biar keliatan lebih panjang dikit celananya, tapi pas duduk, balik lagi deh, pahanya keliatan.

Menurut aturan persekolahan yang berlaku disekolahku, panjang celana tidak boleh lebih dari lutut, harus berada diatas lutut. Dan untuk perempuan, panjang rok harus dibawah lutut. Seandainya aturan ini dibalik, jadi yang laki-laki celananya dibawah lutut, yang perempuan diatas lutut, kan lebih yahut.

Menjelang pertengahan kelas 1 smp, sepertinya mulai tampak anak-anak yang menyadari tentang celana ini, dan memakai celana yang panjangnya selutut, bahkan dibawah lutut. Tentu aja hal ini menginspirasiku buat make rok dibawah lutut, tapi karena takut dikira abnormal, jadi pake celana dibawah lutut aja. Entah darimana mereka mendapatkan celana dibawah lutut yang keliatan keren itu, yang jelas celana itu langka banget. Di toko tempat jual seragam sekolah, celana model begitu gak ada, adanya celana model hotpants khusus buat mereka yang rada abnormal.

Makin lama celana model dibawah lutut makin populer, mengalahkan kepopuleran wajahku yang tampannya minta ampun. Seolah-olah kalo pake celana itu, bisa menambah tingkat ketampanan sebanyak 50% (1% wajah, 49% rambut, 50% celana). Tapi yang namanya hukum alam, semuanya pasti ada efek sampingnya. Jadi kalo pake celana dibawah lutut, tentu aja melanggar aturan yang udah disusun oleh pihak sekolah yang senang dengan celana nyaris hotpants. Perhitungan ilmiahnya mungkin seperti ini, celana diatas lutut mengurangi tingkat ketampanan 50%, tapi bebas dari aturan, sedangkan celana dibawah lutut menambah ketampanan 50%, tapi kudu hati-hati kalo ada guru yang maniak sama aturan sekolah, bisa-bisa ntar celananya dipotong jadi pendek,trus pas jalan, pahanya jadi kemana-mana.

Demi menjaga jarak dengan guru yang maniak aturan, aku pun mengurungkan diri buat beli celana sepanjang dibawah lutut (selain gak tau belinya dimana, duit pun nggak punya). Hingga suatu ketika dipagi hari yang dingin, ketika masa-masa ujian kenaikan kelas, pas lagi buka-buka lemari, aku menemukan sebuah celana yang lebih panjang dibanding dua celana yang kumiliki. Ya, celana itu peninggalan kakakku yang waktu itu udah SMA. Kemudian ingatanku mulai menghayal, terlihat kakakku yang sedang memegang celana tersebut, lalu datang menghampiriku dan berkata,
“brother, i’ll give you my precious pant i ever had.” Entah apa yang diucapkan kakakku itu, untung dibawahnya ada subtitle nya,”nih kukasih celana butut waktu SMP dulu.”
dan tentu aja khayalan ini sebenarnya tidak ada.

Tanpa basa basi, ku pake celana itu, tapi ternyata ada masalah. Ternyata kakakku waktu itu lebih kurus, jadi celananya gak muat dibagian pinggang. Karna uda kepepet dan waktu menipis, demi menjaga perdamaian dunia, kugunting aja bagian pinggangnya biar lebih muat, trus kututupin pake ikat pinggang, jadi bekas guntingannya gak begitu keliatan. Dengan mantapnya aku berangkat kesekolah pake celana yang pinggangnya uda kugunting. Awalnya sih fine fine aja, tapi ditengah perjalanan, aku menyadari bahwa ternyata bekas guntingannya masih terlihat, dan panjang celananya pun tidak lebih panjang dari yang kupunya.

Dengan bermodalkan harapan supaya gak ada yang menyadari hal ini, aku pun santai santai aja menjalani ujian. Tapi entah kenapa, cewek disebelahku sepertinya menyadari sesuatu, dia seperti tertawa terheran heran campur aduk. Pas waktunya istirahat, kulihat dia seperti membicarakan sesuatu dengan temennya. Kemudian masuk lagi buat ujian mata pelajaran yang kedua. Cewek itu kayaknya tertawa terheran lagi seperti menyimpan sesuatu rahasia negara yang penting. Setelah ujian selesai, aku langsung ngacir pulang.

..dan semenjak saat itu aku pun berjanji kepada diri sendiri, sependek apapun celana yang kupakai, aku gak bakal pernah make celana yang bagian pinggangnya udah digunting..

Senin, 28 Juli 2014

Ucapan Lebaran 1435 H


Grafis ucapan Lebaran buat fanspage Komik Gono Gini. Kenapa karakternya nggak diwarnain semua?
Jawabannya adalah, karena semuanya kembali ke awal, dan membuka lembaran baru, jadi kalo nanti karakternya diwarnain, bukan lembaran baru lagi tapi lembaran yang udah jadi.

Disisi lain, emang lagi males ngewarnain, huahuahua..

Maka dari itu, saya selaku pimpinan staf Komik Gono Gini mengucapkan, Selamat hari raya Idul Fitri!!



Kata kunci : Lebaran, Idul Fitri, Gono Gini, Komik, Ucapan

Jumat, 18 Juli 2014

Analisa Kabar Gembira Manggis

Belum lama ini sempat tersiar kabar gembira mengenai kulit buah manggis yang kini ada ekstraknya. Saya bingung, kenapa baru sekarang tuh kulit ada ekstraknya? Apakah evolusi buah manggis baru muncul sekarang? Saya coba menepis semua pertanyaan itu, dan fokus pada pertanyaan, mengapa kabar gembira ini bisa menyebar di masyarakat. Saya mulai penelitian saya ini pada asal muasal kabar kulit buah manggis ini.

Setelah saya telusuri secara mendalam, kabar kulit buah manggis ini diawali dari iklan pada salah satu produk kecantikan. Saya amati lagi, sebenarnya tidak ada yang spesial dari iklan ini. Kemudian saya mencoba mengkaitkan lagi kabar gembira ini dengan isu yang sedang melanda penduduk Indonesia saat itu, yaitu pemilu capres dan piala dunia.

Saya awali dengan mendalami piala dunia yang digemari banyak orang, walaupun saya kurang tahu sudah berapa episode dan siapa pemain utamanya. Dari informasi yang saya dapat dari internet, diketahui bahwa yang booming dari piala dunia adalah Suarez yang suka menggigit dan dibantainya tim Brazil. Dari informasi ini, saya tidak menemukan benang merah yang berkaitan antara piala dunia dan kabar gembira kulit buah manggis.

Langsung saja saya mendalami isu berikutnya, yaitu pemilu capres. Pemilu 2014 ini bisa dibilang paling berbeda dibandingkan dengan pemilu-pemilu capres sebelumnya. Pemilu kali ini, hanya menyediakan dua pilihan capres cawapres. Padahal pemilu capres cawapres sebelumnya menyediakan pilihan yang lebih dari dua dengan variasi rasa yang berbeda juga.

Kandidat terpilih pada pemilu capres 2014 ini juga sama-sama kuat. Masing-masing memiliki keunikan karakter dan cara berkampanye sendiri-sendiri. Masing-masing juga memiliki pendukung yang sama-sama setia. Tidak heran apabila pemilu capres ini membuat beberapa pasangan putus hanya karena beda pilihan. Bahkan dikabarkan Naruto dan Sasuke juga putus hubungan persahabatannya karena berbeda pilihan.

Selama berjalannya masa kampanye, banyak sekali fitnah serta caci maki yang menyebar ditengah-tengah masyarakat. Halaman Facebook saya sendiri yang tadinya berisi alay-alay, saat kampanye, isinya berubah menjadi lebay-lebay. Terlalu banyak black campaign yang menyebar, dengan porsi yang tidak adil. Menurut saya pribadi, seharusnya ketika black campaign menyebar, harus diimbangi dengan white campaign, red campaign, blue campaign, green campaign, yellow campaign, agar mereka bersatu menjadi power rangers dan menyelamatkan dunia.

Dengan merebaknya fitnah dan caci maki serta ejekan ala anak alay, saya cukup yakin, dosa yang dihasilkan dalam masa kampanye ini lebih banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Kalau saya menjadi menteri, dosa-dosa ini akan saya eksport keluar angkasa. Sudah terlalu banyak dosa di dunia ini, ada baiknya kita mulai memikirkan eksport dosa.

Kembali ke topik pemilu, ketika kita menerima sesuatu secara berlebihan dan terus menerus, maka ada saatnya dimana kita akan merasa bosan, dan akhirnya mencari semacam pelarian. Itulah yang terjadi di masyarakat Indonesia. Karena bosan dengan isu-isu negatif yang penuh caci maki dan ejekan tentang masing-masing kandidat, mereka pun mulai bosan.

Pada saat itulah kabar gembira kulit buah manggis mulai menyebar ditengah-tengah masyarakat. Ketika bosan dengan kabar negatif tentang kandidat capres, maka kabar gembira pun akan lebih cepat masuk meresap kedalam hati dan jiwa, apapun isi kabar tersebut, dalam kasus ini adalah kulit buah manggis yang ada ekstraknya.

Dengan sangat cepat dan segera, kabar gembira kulit manggis menjadi pencerah bagi mereka yang sudah bosan dengan isu kampanye pilpres yang penuh dengan kabar negatif. Dari hasil pengamatan pribadi saya terhadap halaman Facebook saya, isi timeline pada saat itu mulai dipenuhi oleh kabar gembira kulit buah manggis dalam berbagai versi. Isu negatif kampanye pilpres lambat laun mulai berkurang, walau masih ada yang beredar pula.

Pertanyaan saya mengenai kabar gembira kulit buah manggis bisa tersebar akhirnya terjawab sudah.

Jadi teorinya adalah begini, masyarakat mulai jenuh dengan maraknya isu negatif tentang kampanye pilpres, kemudian tercerahkan hatinya dengan kehadiran kabar gembira kulit buah manggis.

Sekiranya cukup sekian dari saya, semoga anda tidak sedih membaca teori saya ini. Terima kasih.




(Tulisan ini hanya hiburan belaka, mohon untuk tidak terlalu serius menanggapinya)

Rabu, 09 Juli 2014

Salah Nyoblos

Pemilu presiden 2014 kali ini memang berbeda dibanding pemilu-pemilu sebelumnya. Pemilu kali ini bertepatan dengan dua momen penting, yaitu piala dunia dan bulan puasa. Anehnya, walaupun diadakan pas bulan puasa, entah kenapa masih banyak yang melakukan black campaign. Menurut saya pribadi sih, mungkin ini adalah pemilu yang menghasilkan dosa paling banyak dalam kurun waktu yang singkat.

Dalam pemilu ini juga, seakan-akan nggak ada rahasia siapa calon yang dipilih, karna masing-masing manusianya udah mengumumkan lewat jejaring sosial, siapa bakal calon yang akan dipilih. Yaa, semoga aja kita tidak salah dalam memilih siapa presiden yang akan memimpin 5 tahun kedepan. Karna kalau kita sampai salah pilih, maka potensi yang bisa diraih dalam 5 tahun, akan mundur. Sejauh ini saya tidak bisa menentukan apakah calon yang terpilih adalah pilihan yang benar, karna hanya waktu yang dapat membuktikan kebenaran itu sendiri.

(tumben ngetiknya serius nggak pakai becandaan)


sumber gambar : Komik Gono Gini

Minggu, 22 Juni 2014

Ada Nama Louis C.K.B.

Akhirnya, di toko buku, ada nama Louis C.K.B...

Jadi semua ini berawal dari satu buah kejadian yang mungkin paling ditunggu-tunggu oleh orang-orang jomblo, yaitu sms masuk (kalau jaman sekarang mungkin chat atau bbm masuk).  Namun kali ini, sms yang masuk ke hape saya berasal dari seorang cowok, sebut saja Agung (nama sebenarnya), seorang komikus ternama yang menciptakan tokoh Si Gundul. Isi smsnya ini kurang lebih mengenai ajakan untuk membuat komik kompilasi tentang sepak bola. Isi sms ini bisa disejajarkan dengan isi sms dari cewek yang jadi idaman.

Tanpa berpikir dua kali, saya langsung tertarik untuk ikut ambil bagian dalam kompilasi komik ini. Kemudian dari informasi lebih lanjut, komik kompilasi ini terdiri dari tiga komikus, yaitu saya, mas Agung, dan Bagus. Bagus ini termasuk salah satu komikus ternama juga yang menciptakan tokoh Monro. Dari ketiga komikus ini, hanya saya yang belum menjadi komikus ternama, paling nama saya hanya muncul di absen kelas, atau paling sedih, hanya muncul di akta kelahiran.

Proses pembuatan komik diawali dengan bergabung di grup eksklusif di Facebook khusus untuk proyek kompilasi komik bola ini. Setelah bergabung, hal yang pertama saya lakukan adalah bertanya-tanya mencari informasi mengenai sepak bola dan sebagainya.

Kebetulan saya adalah warga Negara Indonesia yang taat pada semboyan,”malu bertanya, sesat di jalan”. Jadi dikit-dikit selalu bertanya. Pernah kepikiran buat bertanya, “mas Agung, gambarnya boleh pakai tangan kanan?”, namun hal tersebut tidak saya lakukan karena jawabannya bisa saya temukan sendiri di internet.

Setelah cukup mendapatkan informasi, akhirnya saya mulai dengan mencari ide cerita. Muncullah ide untuk membuat sekumpulan orang yang belajar bermain sepak bola, namun kandas begitu saja. Setelah menulis ide cerita, saya lanjutkan dengan menggambar sketsa kecil untuk keseluruhan cerita. Pada akhirnya saya berhasil menyelesaikan komik itu sebelum komik itu menyelesaikan saya.

Proses pembuatan komik ini bisa dibilang cukup santai ditengah ke-rada-sibukan saya bekerja sebagai desainer grafis di brand clothing Semarang (walaupun sekarang sudah keluar).  Karena  sebelumnya saat tugas akhir untuk syarat kelulusan, saya bikin komik juga berjumlah 80 halaman (total 90 halaman) dalam waktu dua bulan. Namun untuk proyek kompilasi komik bola ini, saya bikin 30 halaman dengan waktu yang sama, walaupun tingkat kesulitannya berbeda. Setidaknya dalam pengerjaan komik ini, saya sempat libur dua hari tanpa menyentuh proyek komiknya.

Namun karena sikap santai ini, saya harus menanggung resikonya. Dua minggu sebelum batas waktu yang ditentukan, saya harus mendadak jadi cerdas dan tampan agar bisa menyelesaikan komik ini tepat waktu. Berbagai manuver saya lakukan, seperti misalnya makan pakai tangan kiri dan tangan kanan buat mengedit komik di laptop, atau kadang sebaliknya, makan laptop pakai tangan kiri, dan mengedit makanan di laptop pakai tangan kanan.

Singkat kata, pada intinya adalah kompilasi ini berjalan lancer dan saya cukup bahagia atas hal tersebut, mengalahkan kesedihan saya selama di toilet selama ini.

Terjadinya komik ini merupakan sebuah kebanggan bagi saya, karena  ini adalah pertama kalinya nama saya muncul di sebuah sampul buku komik, biasanya nama saya hanya muncul di absen kuliah. Oleh sebab itu, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas mukjizat yang diberikan selama ini. Kemudian kepada anggota keluarga dimana saya tinggal, Papa, Ibu, Mas Erik, Hendrik, dan Novi. Tanpa peran serta mereka secara psikologis, saya tidak akan hadir disini.

Kepada rekan komik saya dalam buku ini, mas Agung Prabowo, selaku ketua proyek ini dan juga pemberi harapan dan kesempatan bagi saya. Kemudian ada Bagus Prasetio, yang secara diam-diam menjadi inspirasi saya melalui karyanya, meski secara usia lebih muda, namun secara kemampuan berkomik, saya ada dibawahnya.

Kepada Agnes Indah, yang secara tidak langsung meningkatkan moral saya dalam mengerjakan komik ini, serta mau menjadi penampung dari ampas otak saya. Dan kepada teman-teman lain yang tadinya mau saya kejutkan dengan kehadiran komik ini malah berakhir dengan tidak terkejut.

Kepada teman-teman ngomik.com, meski saya sudah tidak aktif disana, namun karya-karya kalian telah menginspirasi dan memotivasi saya. Juga teman-teman komikus serta komunitas penggiat seni di Semarang yang sudah mengadakan acara sehingga pengetahuan saya jadi bertambah.

Tak lupa juga, kepada para pemirsa setia maupun yang tidak setia dari “Komik Gono Gini”, berkat dukungan kalian, saya jadi tetap memiliki alasan untuk membuat komik. Tanpa kalian para pemirsa, apalah saya ini…

Dan terutama, meski diketik paling terakhir, namun tidak kalah pentingnya, yaitu para penggiat komik di Indonesia, yang turut mengembangkan dunia perkomikan lokal dengan caranya masing-masing. Saya yakin, kelak suatu saat, akan ada rak buku khusus komik-komik Indonesia di toko buku yang ada di kutub utara. Maju terus komik dan karya-karya anak bangsa Indonesia!!!



Rabu, 21 Mei 2014

Terinspirasi



Setiap manusia tentunya pernah memiliki hasrat yang kuat untuk terus berkarya dalam hal apapun. Misalkan berkarya dalam percintaan (nyari banyak gebetan buat di ”cinta” in), berkarya dalam pelajaran (kalau kuliah pokoknya nilainya A, setara dengan angka 90), hingga berkarya dalam hal yang tidak diduga oleh manusia pada umumnya.

Saya selaku mantan mahasiswa DKV (iya sekarang udah mantan mahasiswa, udah tua), pernah mengalami gejolak remaja yang penuh karya atau produktif. Ketika awal perkuliahan, satu-satunya program grafis yang saya ketahui hanyalah “Paint”. Program yang sudah saya kenal sebelum Ariel  Peterpan masuk penjara karena rekaman videonya. Dan berlandaskan program ini, saya mulai masa-masa pencitraan awal kuliah saya dengan membuat karya grafis yang kemudian di aplod dan disebar lewat FB.

Berbagai karya non-spektakuler berhasil saya ciptakan, responnya cukup baik, dan pencitraan saya sebagai kartunis cukup melekat dikalangan mahasiswa DKV Unika saat itu. Dari sekian karya yang saya ciptakan, hanya beberapa yang berhasil menyebar hingga keluar DKV. Sisanya terdiam tak berdaya, menunggu di-delete dari laptop.

Saat membuat karya, yang ada dibenak saya saat itu adalah pencitraan dan hiburan. Saya tidak sempat memikirkan faktor lain yang mungkin menggiurkan. Misalkan saja memanfaatkan karya yang saya susun untuk menggoda cewek orang lain. Sungguh tidak pernah terbesit dipikiran untuk melakukan hal tersebut.

Masa-masa paling produktif ini berlangsung kurang lebih hingga semester 4, yaitu tahun 2010 mendekati 2011. Setelah itu, kecepatan saya dalam membuat karya mulai surut, layaknya hubungan percintaan antara dua remaja yang makin lama mukanya makin jelek. Meski demikian, saya sudah mulai meninggalkan program kuno paint dan beralih ke program yang lebih mainstream yaitu photosop. Tentu saja secara kualitas pun saya berkembang biak.

Alkisah suatu ketika, di tahun 2014 (sehari sebelum saya menulis postingan ini), saya melihat sesosok cover buku yang secara ilustrasi mirip dengan karya yang dulu pernah saya bikin.  Secara konsep mirip, namun kali ini, ilustrasinya lebih bagus, lebih keren, lebih wow.  Gambar ini pernah saya gunakan untuk menghiasi postingan tentang mahasiswa DKV, terutama DKV Unika Semarang.



Dan ini adalah cover buku yang wow tersebut.

Sesaat saya terdiam tak menentu, mencoba menikmati karya indah itu, dan mencoba untuk menjawab pertanyaan, apakah ini plagiat?

Seketika, rasa takut akan karya yang ditiru muncul bertubi-tubi, mengingat banyaknya karya yang saya buat dan saya aplod begitu saja di internet. Ingatlah bahwa ketika suatu hal masuk kedalam dunia internet, maka itu adalah milik publik.

Ada berbagai macam unsur yang sama antara gambar cover buku itu dengan gambar yang pernah saya buat beberapa tahun silam. Mulai dari jumlah objek, penempatan objek, hingga ekspresinya, semuanya sama. Sungguh misteri. Apabila ini semua terjadi di Negara Amriki, ada kemungkinan penerbit buku itu langsung dituntut  atas dasar plagiasi. Syukurlah ini terjadi di Indonesia, lagipula belum tentu juga illustrator buku tersebut meniru gambar yang pernah saya bikin dahulu kala.

Saya sendiri berpikir, kalau bahkan dalam membuat karya, saya juga cenderung meniru atau plagiasi. Jangankan saya, yang notabene adalah manusia biasa, bahkan semua pencipta peralatan dan teknologi yang ada di dunia ini, secara tidak langsung sudah meniru. Misalkan pesawat yang bentuknya seperti burung, lalu kapal selam yang bentuknya seperti ikan, dan masih banyak benda lain yang sebenarnya hasil tiruan, meskipun saya sendiri masih bertanya, bentuk celana dalam itu meniru apa.

Lalu kembali saya berpikir, mungkin yang saya jelaskan tadi lebih tepatnya bukan meniru melainkan TERINSPIRASI!

Dengan mengubah mindset saya dengan kata inspirasi, pikiran jadi lebih positif. Ketika ada karya yang wujudnya mirip dengan yang kita buat sebelumnya, anggap saja bahwa karya tersebut merupakan hasil inspirasi dari karya anda. Dengan demikian, hidup anda akan menjadi lebih baik, karena seolah kita menjadi inspirator. Lagipula belum tentu karya yang mirip itu karena hasil melihat karya anda, jadi tidak baik juga untuk terburu-buru berprasangka buruk.


Dan dengan mindset terinspirasi, kita sendiri tidak akan merasa berdosa untuk mencari referensi dalam membuat karya. Tentunya referensi yang kita dapatkan jangan secara mentah kita pakai untuk membuat karya. Gunakan sedikit akal kita sebagai manusia ciptaan Tuhan dalam berkarya. Sehingga kelak suatu ketika, secara tidak sadar, banyak orang yang terinspirasi oleh kita.

Pada intinya, janganlah patah semangat untuk terus berkarya, meski plagiasi ada dimana-mana, percayalah bahwa mereka sedang mencari inspirasi!

Senin, 10 Maret 2014

Ilustrator dan Kegalauannya


Sebelum memulai membaca, marilah kita sepakati terlebih dahulu wahai para pembaca sekalian, bahwa tulisan yang ada dibawah ini, hanyalah pendapat dari seseorang, atau manusia, yang tidak mewakili profesi atau kelompok tertentu. Dimohon juga untuk para pembaca, agar tidak terlalu serius dan tidak terlalu percaya terhadap tulisan yang ada dibawah ini. Karna terlalu serius dapat menyebabkan stress, dan terlalu percaya dapat menyebabkan rasa fanatik berlebihan. Kalau sudah sepakat, silahkan dibaca, kalau belum sepakat, mohon dibaca lagi dari atas, pokoknya sampai sepakat.

Berdasarkan hasil observasi yang saya temukan, mulai dari buku, film dokumenter, jurnal, dan kesaksian dari anak SD tetangga sebelah, bahwasanya manusia itu dahulu kala adalah manusia purba. Mungkin para pembaca sudah mengetahui fakta mengejutkan ini, namun saya tidak. Saya hanya terkejut apabila dikagetin dari belakang. Nah, manusia purba ini pada saat itu, mulai dari remaja purba hingga remaja purbi (plesetan dari remaja putra dan remaja putri), kegiatannya adalah bertahan hidup. Berbeda dengan remaja masa kini, yang bertahan dengan hubungan sama mantan.

Karena berfokus pada bertahan hidup, manusia-manusia purba ini tidak sempat memikirkan hal lain. Jangankan jalan-jalan di mall, mau benerin atap aja tidak kepikiran, soalnya tinggal di goa. Lambat laun, manusia purba yang tadinya tinggal di goa mulai berani keluar dari zona nyamannya tersebut, atau disebut goa, dan kemudian menciptakan goa versi outdoor. Entah karna jumlah lahan goa yang semakin sempit, atau harga sewa goa semakin naik, namun langkah untuk keluar dari goa ini cukup tepat. Karna dari kejadian itu, kita dapat belajar, bahwa gerakan move on, sudah dimulai sejak manusia purba.

Kemudian muncul pertanyaan dikalangan orang awam, adakah bukti yang menunjukkan kalau manusia purba pernah tinggal di goa?

Tentu saja ada!

Para relawan dan ilmuwan berhasil membuktikannya dengan menemukan benda-benda serta peralatan di dalam goa yang dipakai oleh manusia purba pada zaman itu. Dan dari goa tersebut, ditemukan pula lukisan yang menggambarkan peristiwa saat itu. Saya tidak tahu motivasi dari manusia purba yang menggambar lukisan tersebut, namun saya yakin, manusia purba itu bisa menggambar. Mari kita fokus pada urusan manusia dan gambar menggambar, lupakan tentang goa dan manusia purba.

Pada dasarnya, semua manusia itu bisa menggambar. Saya yakin, semua manusia yang ada di bumi ini, pasti pernah menggambar, sama hal nya dengan pernah kentut. Semenjak pertama kali mengenal alat tulis, hal yang dilakukan pertama kali oleh seorang bayi adalah menggambar. Dan semenjak pertama kali kemasukan angin, hal yang dilakukan pertama kali oleh seorang bayi adalah kentut. Manusia purba yang belum pernah foto selfie aja bisa menggambar, apalagi yang pernah foto selfie pakai tongsis (tongkat narsis), seharusnya lebih bisa dong.

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia berupa aplikasi yang ada di handphone saya, definisi dari gambar adalah tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan, dsb) yang dibuat dengan coretan pensil dsb pada kertas dsb. Bayi yang dikasih alat tulis, kemudian corat-coret tidak jelas, sesungguhnya bayi itu sedang membuat tiruan barang (atau bahasa gaulnya gambar) yang diwujudkan sesuai dengan bayangan yang ada di kepala bayi itu sendiri. Dalam hal ini, yang saya maksudkan adalah bayi manusia loh ya, bukan bayi dari spesies lain.

Bukti lain yang memperkuat teori saya bahwa semua manusia pernah menggambar, adalah kemampuan manusia dalam menulis. Tulisan adalah sekumpulan huruf atau simbol yang disusun untuk mengkomunikasikan sesuatu. Menurut narasumber yang dapat saya percaya namun tidak untuk pembaca, huruf alfabet yang kita gunakan di Indonesia, berasal dari alpha dan beta. Alpha yang berarti kerbau, dan beta yang berarti rumah. Berdasarkan hal ini, saya dapat menyimpulkan, ketika kita menulis, yang kita lakukan sebenarnya adalah menggambar huruf, ya minimal nulis huruf ‘A’ dan huruf “B” yang berarti kita sedang menggambar kepala kerbau dan rumah. Entah bagaimana nasib huruf yang lainnya, semoga mereka tenang disana.

Jadi, ketika ada orang yang berkata,” aduh bro, aku nggak bisa bikin gambar ”, sesungguhnya itu adalah dusta. Orang itu sedang menyangkal kemampuan dasar semua umat manusia. Itu sama saja seperti menyangkal kalau dia tidak bisa kentut.

Mungkin tidak ada yang bertanya,” lah, kalo aku bisa bikin gambar, kenapa ada orang yang bilang kalo gambarku jelek? “, namun tetap akan saya jawab.

Meskipun semua manusia pada dasarnya bisa menggambar, sayangnya, tidak semua manusia bisa menggambarkan sesuatu sesuai dengan keinginan orang lain. Maka dari itu, muncullah profesi pelukis, illustrator, komikus, kartunis, desainer grafis dan lain sebagainya. Tanpa adanya orang-orang yang berprofesi seperti ini, mungkin dunia akan… tetap seperti biasa. Tapi ucapkan selamat tinggal kepada komik, cergam, karikatur, poster grafis, film kartun, lukisan, dan semuanya yang membutuhkan gambar yang bagus-bagus (sebut saja profesi grafis).

Khusus untuk negara Indonesia, kurang tahu dengan negara lain, profesi yang berhubungan dengan gambar atau grafis ini, masih kurang diperhatikan. Berkah menggambarkan sesuatu yang sesuai dengan keinginan orang lain ini, bahkan tidak dianggap sebagai kemampuan khusus yang perlu dihargai lebih. Kebetulan saya, selaku penulis disini, diberikan kemampuan untuk menggambarkan sesuatu. Kurang lebih pengalaman saya seperti ini,

“wis, gambarin aku dong, kamu kan pinter gambar.” Kata temen saya dengan imutnya.

“ya bisa sih, tapi ada  honor nya nggak?”

“halah, kan cuma gambar doank, srat sret jadi, gambarin ya…”

Mendengar jawaban itu, hati saya berbisik, seandainya bikin gambar semudah kentut, maka saya bisa jadi penyumbang gambar terbesar di Asia pasifik rim. Sekali waktu pernah teman saya dengan wujud yang berbeda meminta gambar melalui sms,

“wis, aku mau kasih kado nih buat pacarku, gambarin karikatur dong, kamu bisa gambar karikatur kan?”

“bisa kok, ada honornya nggak?”

Teman saya berdiam cukup lama, hingga akhirnya membalas,”kamu mau dibayar berapa?”

Hati saya berbisik, orang ini sungguh mulia hatinya, mau menghargai jerih payah seseorang. Kemudian saya balas,”ya tarifnya untuk tiap kepala 100 ribu”.

Lagi-lagi teman saya cukup lama membalasnya,” nggak bisa turun ya? Yaudah deh minggu depan jadi ya!”

Begitu gambarnya jadi dan bayarannya diterima, saya tidak pernah dikontak lagi sama dia. Tali pertemanan seakan telah putus. Karya yang saya buat, telah dibayar dengan uang 100 ribu, dan pengorbanan relasi. Bisa dikatakan, situasi saya saat itu seperti tentara, membunuh atau dibunuh.

Ada pepatah yang mengatakan,”teman ya teman, bisnis ya bisnis”. Sayangnya untuk pengalaman saya sejauh ini, teman saya tidak menganggap apa yang saya lakukan ini sebagai bisnis. Saya jadi tahu bagaimana rasanya jadi pohon yang dimanfaatkan, bukan dilestarikan. Mungkin hanya pada saat jaman purba saja, menggambar itu tidak membutuhkan biaya dan pengorbanan relasi. Apakah saya harus kembali ke jaman purba, dan bikin gambar di goa? Jawabannya adalah tidak. Karna manusia purba tidak tahu apa yang namanya foto selfie. Memang tidak ada hubungannya, tetapi saya yakin setiap manusia ada masanya masing-masing.

Kembali lagi ke pokok permalas-salah-an, saya akan melupakan yang namanya honor, atau fee, atau bayaran, atau apalah itu namanya yang membuat hubungan antar manusia jadi awkward. Saya mencoba menghitung kemampuan rata-rata saya dalam membuat sebuah gambar yang layak dipublish. Rata-rata satu gambar membutuhkan waktu satu jam. Itu belum termasuk waktu yang dibutuhkan untuk memikirkan wujud gambar yang dibutuhkan. Kalau di analogikan, apabila satu indomi rebus membutuhkan waktu 3 menit, maka satu gambar membutuhkan waktu 20 indomi rebus. Bayangkan, 20 indomi rebus itu bisa untuk berapa hari? Itu baru perhitungan dari kemampuan menggambar saya, enggak tahu kalau mas Anang (ala Indonesian Idol).

Sebagai manusia, saya rasa sudah hakikatnya untuk saling menghargai sesama manusia lainnya. Menghargai pendapat, menghargai waktu, menghargai budaya, dan menghargai lainnya. Seandainya, memang belum sanggup untuk memberikan honor kepada orang yang mengerjakan grafis, berikanlah hal lain yang setimpal dengan kerjaan grafis itu. 20 indomi rebus misalnya.

Lagipula, orang yang membuat grafis, membutuhkan modal yang tidak sedikit, alias hampir banyak. Untuk seukuran orang seperti saya saja, yang notabene illustrator dan komikus abal-abal, membutuhkan laptop, listrik, pensil, drawing pen, scanner, internet, kertas, mouse, dan asupan gizi. Kalau saya sih segitu, enggak tahu kalau mas Anang (lagi-lagi ala Indonesian Idol). Seandainya, memang belum sanggup memberikan 20 indomi rebus, berikanlah barang-barang yang disebutkan tadi. Memang hidup tidak semudah ketika jaman manusia purba.

Apabila seandainya, benar-benar tidak sanggup untuk memberikan barang, atau memberikan honor, atau memberikan 20 indomi rebus, jangan terlalu khawatir. Ingat kembali teori saya diatas sebelumnya, bahwa semua manusia sesungguhnya bisa menggambar.

Sebenarnya saya tidak ingin curhat dan memaksakan kehendak, segalanya ada pada pilihan masing-masing. Saya hanya ingin agar para pembaca yang kebetulan juga memiliki teman atau kerabat yang memiliki kemampuan membuat gambar yang sesuai dengan keinginan orang lain, terbuka pikirannya dan mau lebih menghargai profesi grafis.

Berbaha-gila-lah karna tulisan ini telah berakhir dan mata para pembaca dapat beristirahat :)

Jumat, 10 Januari 2014

Ular yang Happy Ending

Ini adalah kisah percintaan mengenai dua hewan yang berbeda..

Jadi alkisah, kakakku, Hendrik, dikasih ular sama temennya. Konon katanya ular itu jenisnya ular phyton. Pertama kali ngeliat, emang gede sih ularnya, kayak yang sering liat di film, judulnya kalo nggak salah Anaconda.. ato Anakonde ya?

Semenjak dateng ke rumah, ini ular nggak pernah mau makan. Padahal udah ditawarin beef burgernya pizza hut, tetep nggak mau makan. Mungkin sebelum nyampe rumah, udah sempet ngemil pizza di mcd.

Tiap kali nengokin si ular, posisinya pasti lagi tidur. Entah pagi, siang, ataupun malam, tetep posisinya lagi tidur. Jadi curiga deh, ini sebenarnya ular apa putri tidur? masa iya ularnya nunggu dicium pangeran tampan biar bangun gitu?

Orang-orang di rumah mulai khawatir dengan status si ular yang nggak mau makan sama sekali. Sempet kepikiran kalo ularnya lagi ngejalanin dietnya OCD ala om Deddy, tapi ini keterlaluan dietnya. Akhirnya dikasih tikus yang masih hidup. Kebetulan di rumah emang lagi kebanyakan stok tikus yang berkeliaran. Begitu dikasih tikus, sama si ular tetep nggak digubris, aneh banget. Padahal kalo liat di tv, begitu ular dikasih tikus, langsung dimakan. Makannya lahap banget kayak liat iklan orang makan ayam kfc. Sedangkan ular yang di rumah tetep aja tidur. Si tikus yang tadinya pasrah dimakan, akhirnya bete karna didiemin, trus kabur deh ke rumah bapak.

Sebagai penggantinya tikus, si ular kali ini dikasih ayam betina yang masih hidup. Harusnya si ular bisa lahap nih makannya, soalnya ayamnya menggiurkan banget. Badannya montok, pahanya mantap, dadanya juga empuk, pasti mau ularnya.

Abis di kasih ayam, malemnya, terdengar suara teriakan si ayam betina. Pasti ini sedang proses pelahapan oleh si ular. Nggak mungkin ayam betinanya teriak gara-gara liat tayangan YKS tiap hari, nggak mungkin. Jadi ini pasti teriakan tersiksa si ayam yang sedang dilahap.

Namun keesokan harinya, pas mau pergi, ternyata ayamnya masih hidup!

Ayamnya malah tenang-tenang aja tuh hidup satu kandang sama si ular. Terus berarti kenapa coba ayamnya teriak-teriak semalem?

Waktu demi waktu berlalu, si ayam dan si ular makin menyatu. Malah kayaknya si ular bener-bener nggak ada keinginan buat melahap ayam itu. Kalo diliat-liat, malah si ayam dan si ular makin mesra. Hari pertama si ayam masuk kandang, selisih jarak dengan si ular bener-bener jauh, sekarang malah udah berani deket-deket, udah berani tidur bareng, sampe ayamnya tidur ditengah-tengah lingkaran si ular.

Kebayang si ular dan si ayam bangun pagi bareng-bareng. Tiap pagi si ayam membuatkan teh buat si ular, tidak lupa beserta cemilan tikusnya. Siang harinya mereka bercanda bersama, atau pergi hang out ke pojokan kandang. Malam harinya mereka menonton acara YKS sambil joged bareng.

Sekali-kali si ayam betina dirayu sama ayam jantan yang di rumah. Si ular yang tidak terima, langsung melingkarkan tubuhnya, dan berguling-guling menyerang si ayam jantan. Ayam jantan pun kabur, sementara si ular dan si ayam betina berpelukan mesra dalam kehangatan cinta.

Si ular dan si ayam selalu hidup bahagia bersama, meski mereka berdua berasal dari keluarga yang berbeda.

Ah so sweet...


Selasa, 31 Desember 2013

Berkah


Beberapa pihak mungkin berpikir bahwa tahun baru berarti hidup baru.

Hidup baru itukan bisa dilihat dari beberapa aspek. Misalkan hidup dengan kerjaan yang baru, hidup dengan gelar yang baru, hidup dengan baju yang baru, dan hidup dengan yang baru-baru lainnya.

Tapi kalo dibayangkan, misalnya tahun sebelumnya hidup dengan istri sebut saja Maya, masa pas tahun baru, pengen hidupnya sama istri yang baru? sebut saja Sophia. Kan gak masuk sama norma-norma hidup kemasyarakatan.

Trus misalnya lagi, tahun sebelumnya hidup dengan berjenis kelamin cowok. Masa nanti pas tahun baru, hidup dengan jenis kelamin yang baru juga? kan gak etis. Kecuali kalo di Thailand, harapannya mungkin beneran jenis kelamin baru.

Menurut penulis pribadi, tahun baru ini mungkin bukan mendapatkan sesuatu yang baru, tapi lebih tepatnya diperbarui, atau bahasa gaulnya "upgrade".

Jadi misalnya nih ya, punya istri namanya Latjuba,  tahun berikutnya, namanya diperbarui jadi Latcilukba. Wujudnya juga diperbarui, kalo tadinya cewek, sekarang jadi wanita.

Bagi penulis, tahun 2014 ini berharap supaya sudut pandang dalam melihat masalah itu bisa diperbarui biar lebih peka dan positif. Jadi kalo tahun sebelumnya ketemu masalah trus galau, tahun baru ini kalo ketemu masalah, tetep galau (tapi dikit), trus bikin solusi. Walaupun masalah, tetep bisa diubah jadi berkah. Belajar dari pemulung atau siapapun yang suka mendaur ulang, sampah bisa dijadikan berkah !

SELAMAT TAHUN BARU 2014!!



kata kunci: komik Indonesia, komik strip, komik gono gini, komik tahun baru, berkah, pemulung, sampah, Semarang

Rabu, 25 Desember 2013

Sinterklas Kribo


Sinterklas biasanya rambutnya putih, biar gak mainstream, Sinterklas yang ini rambutnya hitam, kribo pula!!
Jadi kalo Sinterklas biasanya naik kereta yang didorong sama rusa, kalo Sinterklas kribo bakal naik mobil yang udah di upgrade, bisa jungkat-jungkit, speakernya dobel dengan suara menggelegar, sambil nyalain musik hip-hop.

Kalo Sinterklas biasanya pake piyama merah dengan badan yang gede, kalo Sinterklas kribo pakenya tetep piyama merah, tapi kegedean bajunya. Celananya juga melorot-melorot sampe nyentuh tanah. Trus Sinterklas kribo bakal pake atribut blink-blink ala rapper. Pokoknya gaul abis. Cara ngomongnya juga yang pake logat orang negro amerika sana, "yo what's up yo, yo mama so fat, yo man!". Gaul kan?

Biasanya Sinterklas ngasih hadiah buat anak-anak yang kelakuannya baik selama setahun. Kalo Sinterklas kribo, yang dikasih hadiah bukan cuma yang kelakuannya baik, tapi juga yang gak nyanyiin lagu galau cinta-cintaan remaja, gak dengerin lagu-lagu alay, trus juga tontonannya di tv bukan acara da*syat atau Y*S.

Pokoknya Sinterklas kribo ini gaul banget. Sinterklas yang mengikuti perkembangan jaman sekarang. Mengikuti trend jaman sekarang. Gadget dari merk Cina sampe merk planet Jupiter, dia punya semua. Mau produknya apple sampe pohonnya apple, Sinterklas kribo ini punya.

Tak terkalahkan dan tak terdefinisikan. Ibarat karakter dalam film Lord of The Ring, dia ini malah sutradaranya.

Yah, pokoknya gitu deh Sinterklas kribo, Sinterklas kita semua, gak cuma anak-anak yang dikasih hadiah, tapi kakek-nenek yang baru nikah aja juga dikasih.

By the way, sebelum lupa, penulis mengucapkan,

SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU SEMUANYA!!
SEMOGA YANG TERBAIK DEH BUAT KITA SEMUA!!

(ucapan ini disponsori oleh salah satu pemain di Komik Gono Gini, yang bernama Katon. Terima kasih kepada Katon yang telah bersedia memerankan Sinterklas kribo dalam gambar)

Kamis, 28 November 2013

Kembalinya Si Penulis Blog

Setelah sekian lama blog gono gini menganggur, akhirnya muncul secercah harapan. Sepasang tangan dengan jumlah total jari sepuluh, mulai menyentuh keyboard. Segelas susu panas disamping pemilik tangan tersebut mengepulkan asapnya dengan indah, seolah mencari perhatian agar tangan-tangan itu mau menyentuh dirinya. Sesekali tangan-tangan itu tergoda oleh kepulan asap dari susu, namun tetap kembali kepada keyboard. Ketukan demi ketukan, ketikan demi ketikan, dengan malasnya jari-jari di tangan tersebut bergerak. Ketikan yang dihasilkan, tak lain hanyalah untuk mengisi kekosongan yang ada pada blog gono gini.

Ya, pemilik jari, tangan, dan susu tersebut, adalah sang penulis atau admin dari blog gono gini!!!
Ya, dia kembali!!
DIA KEMBALI!!

Namun, kembalinya si penulis, membawa dua berita, berita baik, dan berita buruk..

Berita buruknya, tidak banyak orang yang mengetahui bahwa blog ini sepi ditelantarkan oleh penulisnya.
Berita baiknya, karna tidak banyak yang tahu, sehingga tidak terkesan ditelantarkan..

Alasan dari penulis atas pertanyaan,"kenapa nggak ngurusin blog setelah sekian lama?" adalah..

"mood nya suka ilang, jadinya males deh".





Kiranya segitu saja presentasi kembalinya si penulis...





Sekilas info, setelah mengalahkan proyek akhir, penulis sekarang sudah resmi jadi mantan mahasiswa, dan memulai kehidupan nyatanya..

Berikut adalah tugas akhir yang sudah diselesaikan dengan nyaris tidak sempurna..


Minggu, 25 Agustus 2013

Nilai of Kehidupan

Waktu masih sekolah atau kuliah, banyak orang yang hanya peduli sama nilai-nilai mata pelajaran yang mereka terima. Apapun dilakuin biar dapet nilai bagus, mulai dari nyontek temen, nyontek buku, sampai nyontek dari google.

Padahal, selain nilai-nilai pelajaran dan nilai perkuliahan, ada yang lebih penting, yaitu nilai kehidupan....
*kemudian langit bercahaya


kata kunci: komik Indonesia, komik strip, komik gono gini, nilai mahasiswa

Nilai

Hampir mayoritas orang-orang Indonesia itu sekolah atau kuliah demi mengejar nilai... tapi ada juga yang hanya mengejar ijasah, makanya ada kejadian ijasah palsu...


kata kunci : Komik strip, komik indonesia, komik gono gini, nilai, mahasiswa

Baru

Sering banget kita hanya peduli untuk memperbarui sesuatu yang tampak "wow". Padahal ada yang lebih penting untuk kita perbarui, yaitu "sikap".


Kata kunci: Komik strip, komik Indonesia, komik gono gini, baju baru, hati baru

Minggu, 11 Agustus 2013

Sepi

Jadi dulu sempet ikutan komunitas komik gitu di kampus. Suatu ketika ngadain pertemuan di salah satu mall ternama di Semarang, yaitu Citraland. Yang ada dibayangan saat itu adalah, pasti yang dateng banyak. Begitu sampe, ternyata yang datang gak lebih dari lima orang...

Kata kunci: Komik strip, komik Indonesia, komik gono gini, komunitas komik

Mercon

Udah tahu bahaya, tapi tetep dimainin, itulah mercon. Tapi manusia emang suka cari tantangan. Walau maut membentang, yang penting menantang...


Kata kunci: Komik strip, komik Indonesia, komik gono gini, mercon, kembang api, tantangan

Bola Damai

Mau beda pendapat, beda keyakinan, beda sudut pandang, beda isi kantong uang, pokoknya, sepak bola menyatukan dunia...


Kata kunci: Komik strip, komik Indonesia, komik gono gini, sepak bola, bersatu

Lembur

Lembur memang lebih bermanfaat daripada begadang. Tapi sekali overdosis, bisa bikin ketagihan...


Kata kunci: Komik strip, komik Indonesia, komik gono gini, lembur, tugas, xmen

Tugas Gila

Menyicil tugas, adalah teknik paling dasar untuk bisa survive dalam kehidupan perkuliahan...


Kata kunci: Komik strip, komik Indonesia, komik gono gini, tugas, lembur, mahasiswa

Mac


Suatu Ketika

Ini hanya sebagian kecil dari kehidupan mahasiswa Desain Komunikasi Visual. Komik ini dibuat pada saat kumpul bersama komunitas Kobokan, sebuah komunitas komik yang berdomisili di Semarang, terutama Unika.

Premanisme

Premanisme, dalam artian yang tidak sebenarnya, adalah preman yang ingin tampil manis sekali...

Tolong Medik

Ketika medik membutuhkan pertolongan medis...

Pengamen

Semua orang pasti pernah ngerasain lagi makan, tiba-tiba didatangin pengamen. Pengamennya gak cuma satu, kadang malah sampe rombongan datang silir berganti. Anehnya, gitarnya selalu sama walaupun orangnya yang nyanyi beda.

Kalo Nyetir Hati-Hati

Pokoknya kalo nyetir, hati-hati aja deh, jalanan di Indonesia sungguh liar..

Karya Pameran

Dalam kehidupan mahasiswa DKV (Desain Komunikasi Visual), berkarya adalah satu hal wajib yang memang harus dilakukan. Apalagi kalo bikin karyanya karna ada embel-embel nilai tambah, wajib semakin wajib hukumnya...

Kamis, 08 Agustus 2013

Ucapan Gaul

Ketika bahasa gaul adalah bahasa alay...

Maaf Maaf

Selamat Lebaran ya buat segenap pengunjung Blog Gono Gini yang secara sengaja maupun tidak sengaja mampir berkunjung. Mohon maaf kalo misalnya jarang ngepost sesuatu, ini semua murni karna rasa malas untuk eksis. Bener-bener murni kayak berlian. Jadi dosa saya sungguh besar sebenarnya..

Rabu, 01 Mei 2013

Album Perdana Tentang Pacaran


Kalo kupu-kupu suka hinggap di bunga, wajar aja. Kalo lebah suka madu, wajar aja. Kalo cowo suka sama cowo, hajar aja!! Untung aja aku tidak terlahir sebagai seorang cowo yang suka sama cowo alias suka sesama jenis, alias maho, manusia homo. Heran juga sebenarnya, bagaimana mungkin seorang pria yang terlahir sebagai pria lengkap dengan properti ke pria an nya bisa menyukai pria yang terlahir sebagai pria lengkap dengan properti ke pria an nya juga. Pada dasarnya pria itu berpasangan dengan wanita, bahkan manusia purba pun tahu hal ini, meski mereka belum bisa baca tulis, apalagi maen PS. Untuk itulah, sebagai wujud dalam rangka sebagaimana mestinya seorang pria, maka aku akan mewujudkannya dengan pacaran bersama seorang wanita atau perempuan tulen.

Bisa dibilang ini adalah album perdana dalam kehidupanku tentang berpacaran. Sebelumnya pernah nembak cewek,tapi gagal dan ditolak matang-matang. Maka dari itu sekali lagi akan kubuktikan bahwasanya aku juga bisa berpacaran (untuk sepersekian minggu, hal-hal mengenai pelajaran jadi urutan nomor dua).

Sebagaimana mestinya dalam berpacaran, tahap awal adalah mencari mangsa yang tepat,terutama wanita tulen (ekstra hati-hati dengan jebakan maho). Kemudian tahap pedekate, lalu tembak deh dengan senjata revolver kaliber 9 mm. Tapi karena niatnya cuma pengen pacaran, tahap pedekate pun di skip dan langsung pada tahap penembakan. Target utama sebut saja Diah (nama tidak disamarkan). Dengan secarik kertas kutuliskan kata-kata mutiara yang bermakna,”mau nggak jadi pacarku?”.

Surat pun dikirimkan dari tangan ke tangan, dari hati ke hati (waktu itu hape belum booming dikalangan anak smp kelas 1, apalagi sms, facebook, twitter). Dengan kecepatan 500 mb per sekon, pesan langsung dibalas. Aku lupa waktu itu balesnya pake surat juga atau bahasa isyarat, yang jelas intinya adalah...
DITOLAK

Ini merupakan kedua kalinya aku ditolak. Dengan melakukan meditasi di gunung krakatau, aku melakukan instropeksi diri disertai dengan push up dan sit up. Apa sebenarnya yang membuat diriku ditolak? Apa jangan-jangan ada yang menfitnah bahwa aku adalah homo?? Sungguh sukar dipercaya kalo ada yang menfitnah homo.

Hari demi hari kulalui tanpa mengingat penolakan tersebut (dan entah mengapa pelajaran masih tetap diurutan kedua). Hari pertama masih down. Hari kedua makin down. Hari ketiga tambah down lagi. Kemudian hari keempat, lima, dst, down worry be happy. Tepat seminggu setelahnya, hal itu menjadi terlupakan.

Dengan planning awal akan meneruskan kegiatan sehari-hari (hal-hal tentang pelajaran menjadi urutan ketiga), aku berjalan menyongsong matahari. Semua berjalan normal hingga di pagi yang bolong itu, temen-temennya Diah seakan-akan menyorak-nyoraki. Naluri detektifku beraksi, apa yang terjadi gerangan? Namaku pun dipanggil mereka dan aku datang menghampiri para wanita histeris ini.

Aku lupa gimana kejadiannya, yang jelas, Diah telah mengetahui kebenaran tentang diriku, bahwa aku bukanlah homo, aku adalah pria diantara pria (man of the man). Dia pun memintaku untuk jadi pacarnya. Sebenarnya aku pengen nolak,untuk mempertahankan kadar keren dalam tubuhku. Dengan sigap kujawab,

”iya, aku mau.”
Sejak saat itu gelar kejombloanku lepas.

Kembali lagi kulalui hari demi hari, namun kali ini dengan status in a relationship. Karena masih kecil imut-imut dan polos, aku tak tau bagaimana cara berpacaran yang baik dan benar. Tiap ketemu sama sang pacar,yang ada malah malu-malu kucing dan ngumpet gak jelas. Status pacaran hanya bikin jarak semakin jauh. Aku mikir,apa enaknya pacaran? Apa bedanya pacaran sama musuhan, kalo endingnya cuma saling menghindar gini?? Kalopun ngobrol paling cuma sebentar (dan topiknya benar-benar gak mutu).

Aku pun kembali berpikir untuk mengambil gelar kejombloanku. Namun karena masih kecil imut-imut, aku juga gak tau gimana caranya putus. Sampai tiba hari itu, hari dimana aku merebut kembali gelar kejombloanku.

Disiang hari sebelum pukul 12 siang. Pelajaran sedang berlangsung. Diah disuruh maju,bersama beberapa temen-temen kelas. Kebetulan Diah berdirinya dideket temenku cowo namanya Bagus.

Salah satu temanku berkata,
”wis, jangan cemburu ya wis,biasa aja.”
 sambil ngipas-ngipasin.

Momen pengipasan itu sempat aku nikmati beberapa sekon, lalu kujawab,
”kan kita uda putus,hhahahhah...”

”yang bener wis?? Masa gara-gara berdiri sebelahan gitu langsung putus?”

”ya enggak lah.”

kemudian Diah dan temen-temenku yang tadi maju langsung duduk. Temenku yang tadi ngipas-ngipasin langsung nanya ke Diah (kebetulan duduknya deket),
”eh, kamu uda putus ya?”

trus aku kasih aba-aba ke Diah, mengedipkan mata,lalu dia jawab,
”iya kok,udah putus.”
temenku tadi masih ngira ini semua adalah permainan kotor belaka.

Pas pulang sekolah, Diah nanya,
”emang kita putus ya??”

Dengan wajah tanpa dosa, aku jawab,

”iya putus.”
trus langsung kabur tanpa tanggung jawab.